Berita

Berita AHIBS

Ikuti kabar terbaru seputar kegiatan dan prestasi santri Al-Hanif Islamic Boarding School.

Menampilkan 12 berita

Berita PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir Berita

PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir

PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir Bukan sekadar ajang perlombaan. Pekan Edukasi dan Literasi AHIBS (PELITA) 2.0 menjadi panggung bagi santri untuk menunjukkan potensi, mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan nilai-nilai Islam. Peradaban besar tidak lahir dari generasi yang berhenti belajar. Ia tumbuh dari generasi yang gemar membaca, berani berpikir, mampu berkarya, dan memiliki pijakan nilai yang kuat. Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Pekan Edukasi dan Literasi AHIBS (PELITA) 2.0 di lingkungan Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS), Cilegon, Banten, pada 27–31 Oktober 2026. Mengusung tema “Berani Berkarya, Cerdas Berpikir, Teguh Beragama”, PELITA 2.0 menjadi salah satu ikhtiar AHIBS dalam membangun budaya literasi sekaligus memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan potensi akademik, kreativitas, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis. Dari Perintah Membaca Menuju Peradaban Berilmu Dalam sambutannya pada momen puncak Pelita, Sabtu malam, 31 Oktober 2026, Mudir AHIBS, Ustadz Fityan Amali, M.Pd., mengingatkan bahwa kemajuan peradaban sangat erat kaitannya dengan budaya ilmu. Ia mengangkat wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ sebagai landasan pentingnya tradisi membaca dan belajar. اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-'Alaq: 1) Menurutnya, literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca buku atau mengenali tulisan. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat. Lima Cabang Lomba, Banyak Potensi yang Dikembangkan PELITA 2.0 menghadirkan lima cabang perlombaan, yaitu: 1. Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ), menguatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan menjaga hafalan. 2. Pidato, melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan penyampaian gagasan. 3. Adzan, mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap syiar Islam. 4. Puisi, mengasah kepekaan, imajinasi, dan kemampuan mengekspresikan gagasan. 5. Cipta Puisi, mendorong kreativitas dan keterampilan menuangkan pemikiran melalui karya tulis. Selain perlombaan, PELITA 2.0 juga menghadirkan Pameran Literasi yang menampilkan karya santri berupa kaligrafi, poster, majalah dinding (mading), dan berbagai prakarya. Dengan demikian, santri tidak hanya memperoleh pengalaman sebagai peserta kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan hasil kreativitas dan proses belajar mereka kepada lingkungan sekolah. Di Balik PELITA 2.0, Ada Kolaborasi dan Tanggung Jawab Santri Kesuksesan sebuah kegiatan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh proses perencanaan, kerja sama, dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat. PELITA 2.0 melibatkan santri dalam kepanitiaan dengan pembinaan para asatidzah. Susunan kepanitiaan adalah sebagai berikut: Pembina: • Ust. Faiz Abdulloh, M.Ag. • Ust. Khairul Anwar, S.Pd. • Ust. Anjas Bagas Sugiarto. Panitia inti: • Ketua Pelaksana: Ilham Maulana. • Sekretaris: Muhammad Kayyis Affan. • Bendahara: Abbiyu Eldzaky Dwantoro. Bidang kepanitiaan: • Konsumsi: Faiz Dafian Hayat dan Arkan Zufar Kamil. • Perlengkapan: Maulana Ali Arsalam dan Muhammad Faiz Wiguno. • Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi: Hilbram Muhammad Hanan dan Ahsan Fayyadh Pramudita. • Sponsorship: Muhammad Barra Angkasa Fachrudin. Penanggung jawab kegiatan dan perlombaan: • Koordinator Umum Lomba: Dewa Arkananta Putra. • Pameran Literasi: Muhammad Hasif Iyyad. • MHQ: Nasih Amin Yana. • Pidato: Rizki Ahnaf Thami. • Puisi: Faza Hilmanik Alibasya. • Adzan: Muhammad Aufaa Nizam Nabil. • Cipta Puisi: Muhammad Ahsanu Syuhada. Sementara itu, pelaksanaan penilaian perlombaan didukung oleh para juri dari kalangan asatidzah AHIBS sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan santri dalam kepanitiaan menjadi bagian dari pembelajaran nyata. Mereka belajar mengatur kegiatan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan tanggung jawab, dan menghargai kontribusi orang lain. Lebih dari Sekadar Piala dan Penghargaan PELITA 2.0 membawa pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka akademik atau banyaknya piala yang berhasil diraih. Keberanian seorang santri untuk tampil berbicara di depan orang banyak, ketekunan menjaga hafalan Al-Qur'an, kemampuan menyampaikan gagasan melalui puisi, hingga kesediaan bekerja sama dalam kepanitiaan merupakan capaian pendidikan yang sama pentingnya. Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas lembaga pendidikan adalah menyediakan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh, terarah, dan memberikan manfaat. Melalui kegiatan ini, AHIBS terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong santri menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam adab, kuat dalam karakter, serta teguh dalam menjalankan nilai-nilai agama. Menyalakan Pelita, Menerangi Masa Depan Nama PELITA mengandung harapan besar. Sebagaimana pelita yang menerangi kegelapan, ilmu pengetahuan diharapkan menjadi cahaya yang membimbing kehidupan manusia. Karena itu, PELITA 2.0 bukan sekadar agenda tahunan atau rangkaian perlombaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar AHIBS dalam menumbuhkan budaya membaca, belajar, berpikir, dan berkarya di lingkungan pesantren. Keluarga besar Al-Hanif Islamic Boarding School menyampaikan apresiasi kepada seluruh asatidzah, panitia, peserta, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga pengalaman yang diperoleh para santri menjadi bekal untuk terus berkembang, berani mengambil peran, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat. Sebab masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang pandai menjawab soal, tetapi juga generasi yang mampu membaca persoalan, berpikir dengan bijak, menghasilkan karya, dan tetap teguh dalam agamanya. PELITA 2.0 — Berani Berkarya, Cerdas Berpikir, Teguh Beragama. Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS), Cilegon, Banten.

5 views Baca →
Berita Prestasi Nasional! Santri SMPIT Putra Al-Hanif Raih Juara 1 Bandung Taekwondo Open 2026 Berita

Prestasi Nasional! Santri SMPIT Putra Al-Hanif Raih Juara 1 Bandung Taekwondo Open 2026

Rizki Akbar Suryo Leksono buktikan bahwa santri mampu berprestasi di arena nasional: berilmu, berakhlak, sekaligus bermental juara. BANDUNG, AHIBS. Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS), Cilegon, Banten. Salah satu santri terbaik SMPIT Putra Al-Hanif, Rizki Akbar Suryo Leksono, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 kategori Kyorugi Junior U-48 Putra B dalam ajang Bandung Taekwondo Open 2026 tingkat nasional. Kejuaraan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Dalam kompetisi yang mempertemukan para atlet taekwondo dari berbagai daerah itu, Rizki berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga meraih posisi tertinggi di kelas yang diikutinya. Prestasi ini menjadi kabar istimewa bagi AHIBS. Bukan semata-mata karena sebuah gelar juara, melainkan karena keberhasilan seorang santri dalam menunjukkan bahwa dunia pendidikan pesantren dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan. Bukan Sekadar Kemenangan, tetapi Buah dari Proses Meraih juara dalam sebuah kompetisi tentu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, ketekunan, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan menjaga konsentrasi dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut selaras dengan pendidikan karakter yang terus dibangun di lingkungan AHIBS. Santri tidak hanya didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan memperkuat pemahaman agama, tetapi juga dibina agar memiliki mental tangguh, percaya diri, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi dirinya. Kemenangan Rizki menjadi salah satu bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi setiap santri yang mau berproses, bersungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah. Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi AHIBS meyakini bahwa pendidikan yang baik tidak hanya melahirkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, kesehatan jasmani, kematangan mental, dan kemampuan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Prestasi Rizki sekaligus menjadi inspirasi bagi santri lainnya bahwa menjadi santri bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Justru lingkungan pendidikan yang baik harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya berbagai potensi dan keunggulan. Apresiasi dan Doa untuk Sang Juara Keluarga besar Al-Hanif Islamic Boarding School menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rizki Akbar Suryo Leksono atas pencapaian membanggakan ini. Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju pencapaian-pencapaian berikutnya. Tetap rendah hati, terus berlatih, menjaga adab, dan menjadikan setiap kemenangan sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. بَارَكَ اللَّهُ فِيكَ (Semoga Allah memberkahimu) Teruslah melangkah, Rizki! Buktikan bahwa santri Al-Hanif mampu hadir, berkontribusi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang. AHIBS. Santri Berilmu, Berakhlak, Berprestasi. Al-Hanif Islamic Boarding School, Cilegon, Banten.

20 views Baca →
Berita Perkuat Mutu Kepengasuhan, AHIBS Kirim Tujuh Musyrif Ikuti Pelatihan Musyrif Profesional di Bogor Berita

Perkuat Mutu Kepengasuhan, AHIBS Kirim Tujuh Musyrif Ikuti Pelatihan Musyrif Profesional di Bogor

Komitmen Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS) Cilegon-Banten, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan santri terus diperkuat. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan tujuh musyrif AHIBS dalam Pelatihan Musyrif Profesional yang diselenggarakan di Bogor pada Senin, 26 Oktober 2026. Ketujuh musyrif AHIBS yang mengikuti kegiatan ini adalah Ustadz Khairul Anwar, Ustadz Riky Julparianto, Ustadz Ahmad Shofiullah, Ustadz Luthfan Abdurrahman, Ustadz Yusya Abdillah Al-Atsary, Ustadz Anjas Bagas Sugiarto, dan Ustadz Rangga. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor melalui kolaborasi dengan KOPIN (Konsorsium Pendidikan Islam Internasional) dan Perhimpunan Al-Irsyad. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang berasal dari sekitar 70 lembaga pendidikan Islam di berbagai wilayah Indonesia. Keikutsertaan delegasi AHIBS dalam forum ini menjadi bagian dari upaya pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya dalam bidang kepengasuhan. Bagi AHIBS, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Proses pendampingan, pembinaan kedisiplinan, pembiasaan ibadah, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian santri. Musyrif Bukan Sekadar Pengawas, tetapi Pendidik dan Teladan Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pelatihan ini adalah pentingnya memahami kembali hakikat musyrif sebagai murabbi dan uswah, yaitu pendidik sekaligus teladan bagi santri. Dalam kegiatan yang diawali dengan registrasi, pembukaan, dan tilawah Al-Qur’an tersebut, Ustadz Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., M.A., menyampaikan sambutan sekaligus keynote speech mengenai hakikat musyrif sebagai teladan, pembina, dan pemimpin santri. Materi tersebut menegaskan bahwa tugas musyrif tidak berhenti pada pengawasan kedisiplinan, pengaturan aktivitas harian, atau memastikan santri menaati tata tertib. Lebih dari itu, musyrif memiliki tanggung jawab mendidik, membangun karakter, menanamkan nilai-nilai Islam, serta mendampingi perkembangan santri secara menyeluruh. Penguatan perspektif ini dilanjutkan oleh Ustadz Yusuf Utsman Baisa, Lc., melalui materi Fitrah Musyrif sebagai Murabbi dan Uswah. Materi tersebut mengajak peserta menjadikan keteladanan, karakter, dan integritas pribadi sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah kepengasuhan. Bagi AHIBS, pemahaman tersebut relevan dengan upaya membangun lingkungan pendidikan berasrama yang tidak hanya tertib secara aturan, tetapi juga hidup dengan nilai-nilai Islam. Santri membutuhkan sosok pendamping yang mampu memberikan arahan, menunjukkan contoh nyata, dan membimbing mereka melalui interaksi sehari-hari. Menguatkan Komunikasi, Kepemimpinan, dan Profesionalisme Pelatihan kemudian berlanjut pada penguatan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan komitmen musyrif profesional yang disampaikan oleh Ust. Kartiko Adi Pramono, Dipl. Ing, HTL, ACMC, M.Pd. Melalui ceramah interaktif dan studi kasus, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi efektif, membangun kepercayaan, serta mengambil keputusan secara bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan pesantren. Kompetensi ini menjadi bekal penting bagi musyrif AHIBS yang berinteraksi langsung dengan santri dalam berbagai aspek kehidupan berasrama. Ketegasan dalam menegakkan aturan perlu berjalan seiring dengan kemampuan memahami persoalan, memberikan bimbingan, dan mengarahkan santri menuju perilaku yang lebih baik. Dengan demikian, kedisiplinan tidak semata-mata dipahami sebagai kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga sebagai proses pendidikan untuk menumbuhkan tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran diri. Adaptif terhadap Teknologi, Tetap Mengutamakan Keteladanan Aspek lain yang menjadi perhatian dalam pelatihan ini adalah digitalisasi kepengasuhan. Materi tersebut disampaikan oleh Ust. Taufik Abdurrahman, S.Pd., bersama Ust. Syafiq Ubaid, BA. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung administrasi, komunikasi, pemantauan, dan pengelolaan kegiatan kepengasuhan. Penggunaan teknologi diharapkan membantu pekerjaan musyrif menjadi lebih terstruktur, efektif, dan efisien. Bagi lembaga pendidikan berasrama seperti AHIBS, pengelolaan informasi yang tertib dan koordinasi yang baik merupakan unsur pendukung penting dalam pelaksanaan program pembinaan santri. Namun, digitalisasi tetap harus ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti hubungan pendidikan antara musyrif dan santri. Teknologi dapat membantu proses pencatatan dan pemantauan, tetapi kepedulian, komunikasi langsung, dan keteladanan tetap menjadi unsur utama dalam pengasuhan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi informasi, refleksi, kuis, dan ice breaking yang dipandu oleh Zikra Juninawan, M.Ed., untuk membangun interaksi serta memperkuat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Menuju Musyrif Transformatif Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., dengan tema Musyrif Transformatif. Materi ini menekankan bahwa musyrif perlu mengambil peran lebih jauh daripada sekadar memastikan kegiatan santri berjalan tertib. Musyrif diharapkan mampu mendorong perubahan positif dalam diri santri, membangun kesadaran diri, menumbuhkan kebiasaan baik, serta membimbing perkembangan karakter mereka. Peran transformatif tersebut menuntut musyrif untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan memahami karakteristik santri yang didampingi. Ketegasan, kepedulian, keteladanan, serta kemampuan memberikan bimbingan sesuai kebutuhan santri perlu berjalan secara seimbang. Perspektif ini memperkuat pemahaman bahwa kepengasuhan bukanlah kegiatan tambahan di luar proses pendidikan. Dalam sistem pendidikan berasrama, kepengasuhan justru menjadi salah satu ruang utama tempat nilai-nilai yang dipelajari santri diterapkan dalam kehidupan nyata. Membawa Semangat Perbaikan ke Lingkungan AHIBS Partisipasi lebih dari 300 peserta dari sekitar 70 lembaga pendidikan Islam menjadikan pelatihan ini sebagai ruang penguatan wawasan dan pengembangan kompetensi kepengasuhan. Keterlibatan berbagai lembaga juga menunjukkan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan Islam. Bagi AHIBS, keikutsertaan tujuh musyrif dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bekal untuk memperkaya wawasan, memperkuat profesionalisme, dan mendorong perbaikan praktik kepengasuhan di lingkungan sekolah berasrama. Pengembangan kompetensi musyrif perlu berlanjut melalui penerapan pengetahuan dalam pekerjaan sehari-hari, refleksi terhadap praktik pengasuhan, serta koordinasi yang baik di lingkungan lembaga. Dengan begitu, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan santri. Pada akhirnya, kualitas sebuah lembaga pendidikan berasrama tidak hanya tercermin dari capaian akademik santrinya, tetapi juga dari karakter, adab, kemandirian, dan kebiasaan baik yang tumbuh selama mereka menjalani pendidikan. Melalui penguatan kapasitas musyrif secara berkelanjutan, AHIBS berkomitmen mengembangkan kepengasuhan yang profesional, terarah, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Sebab, musyrif yang profesional bukan sekadar mampu menjaga santri tetap tertib, melainkan juga mampu mendampingi mereka bertumbuh menjadi pribadi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. AHIBS, menguatkan kepengasuhan, menumbuhkan karakter, menyiapkan generasi masa depan.

22 views Baca →
Berita Momentum Pembagian Rapor Santri di AHIBS: Menilai Proses, Menata Masa Depan Berita

Momentum Pembagian Rapor Santri di AHIBS: Menilai Proses, Menata Masa Depan

Hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025, suasana di AHIBS (Al-Hanif Islamic Boarding School) Cilegon terasa lebih khidmat dari biasanya. Para santri tampak membuka rapor dengan beragam ekspresi, ada senyum syukur, ada juga wajah yang merenung. Momentum pembagian rapor ini bukan sekadar agenda akademik rutin, tetapi bagian penting dari proses pendidikan di pesantren. Di pesantren AHIBS, rapor tidak dimaknai hanya sebagai kumpulan angka. Ia adalah catatan perjalanan belajar santri selama satu semester: tentang kedisiplinan, kesungguhan menuntut ilmu, adab kepada guru, serta ketekunan dalam ibadah dan keseharian di boarding school Islam. Setiap nilai yang tertera lahir dari proses panjang. Bangun pagi, mengikuti pembelajaran formal, halaqah, pembinaan karakter, hingga rutinitas pesantren yang membentuk mental dan akhlak. Karena itu, di AHIBS, rapor menjadi sarana evaluasi diri, bukan alat untuk membandingkan, apalagi merendahkan. Sebagian santri merasa bersyukur atas hasil yang diraih, sebagian lainnya menyadari masih ada kekurangan. Namun semuanya diarahkan pada satu pemahaman yang sama, yaitu pendidikan Islam bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. Sebagai Islamic boarding school, AHIBS berkomitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu, adab, dan iman. Rapor hanyalah satu fase dari proses panjang tarbiyah. Ia bukan akhir perjalanan, melainkan titik jeda untuk memperbaiki niat, memperkuat semangat, dan menata langkah ke depan. Bagi orang tua dan wali santri yang sedang mencari pesantren atau sekolah Islam dengan sistem boarding, AHIBS hadir sebagai lembaga pendidikan yang menekankan proses, pendampingan, dan pembinaan karakter secara menyeluruh. Di sini, santri tidak hanya diajarkan untuk meraih nilai terbaik, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. Hari ini rapor dibuka. Besok, proses pendidikan di AHIBS Cilegon kembali berlanjut, dengan semangat baru, evaluasi yang jujur, dan doa agar setiap ikhtiar menjadi jalan kebaikan.

329 views Baca →
Berita Menutup Ikhtiar dengan Senyum. Saat Santri AHIBS Menyegarkan Diri Usai Ujian Berita

Menutup Ikhtiar dengan Senyum. Saat Santri AHIBS Menyegarkan Diri Usai Ujian

Setelah hari-hari panjang yang dipenuhi kesungguhan, kesabaran, dan disiplin, para santri AHIBS akhirnya tiba pada satu fase yang menyenangkan. Ujian tahfizh telah mereka lalui. Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) pun telah dituntaskan. Seluruh energi, fokus, dan doa telah dicurahkan. Kini, tibalah waktu untuk menarik napas sejenak, menyegarkan jiwa dan raga. Suasana berbeda tampak di wajah para santri. Jika sebelumnya ruang kelas dan masjid menjadi saksi keseriusan mereka dalam menghafal dan mengerjakan soal, maka hari ini kolam renang menjadi ruang ekspresi kebahagiaan. Tawa lepas, cipratan air, dan canda ringan menghiasi kebersamaan mereka. Bukan sekadar berenang, tetapi menyempurnakan satu fase perjuangan yang telah mereka lalui dengan penuh tanggung jawab. Di AHIBS, kegiatan ini bukanlah pelarian dari tanggung jawab. Justru sebaliknya, ia adalah bagian dari pendidikan itu sendiri. Santri diajarkan bahwa setelah menunaikan kewajiban dengan sungguh-sungguh, tubuh dan pikiran juga perlu diberi haknya. Olahraga, kebersamaan, dan keceriaan menjadi sarana menjaga keseimbangan, agar semangat belajar tetap terpelihara. Kegiatan renang ini juga menjadi transisi yang indah sebelum para santri memasuki masa libur. Sebelumnya, mereka mengikuti rangkaian classmeeting sebagai ruang ekspresi, kekompakan, dan sportivitas. Semua dirancang agar santri tidak hanya kuat secara akademik dan spiritual, tetapi juga sehat secara fisik dan sosial. Bagi para santri, momen ini akan menjadi kenangan sederhana namun berkesan, bahwa belajar bisa serius tanpa kehilangan bahagia. Bahwa disiplin tidak meniadakan keceriaan. Dan bahwa setiap ikhtiar yang dituntaskan dengan baik, pantas ditutup dengan rasa syukur. Dengan ritme pendidikan seperti inilah AHIBS berupaya mendampingi santri secara utuh, akalnya diasah, imannya dikuatkan, raganya dijaga, dan hatinya ditenangkan. Semoga setiap langkah mereka, baik di masa belajar maupun masa jeda, selalu berada dalam lindungan dan keberkahan Allah ﷻ. #SantriLife #BoardingSchool #PelajarIndonesia #HabisUjian #FYP

235 views Baca →
Berita AHIBS Perkuat Ikhtiar Akademik Santri Kelas IX Bersama Bimbel Perisai IPB, Siapkan TKA dan Langkah Lanjut ke Jenjang SMA Berita

AHIBS Perkuat Ikhtiar Akademik Santri Kelas IX Bersama Bimbel Perisai IPB, Siapkan TKA dan Langkah Lanjut ke Jenjang SMA

Ikhtiar pendidikan tidak pernah berdiri pada satu langkah saja. Ia adalah rangkaian proses yang dirancang dengan kesungguhan, perencanaan, dan pendampingan yang tepat. Inilah yang terus diupayakan AHIBS dalam menyiapkan masa depan akademik para santri, khususnya santri kelas IX yang tengah berada di fase penting menjelang TKA dan jenjang pendidikan berikutnya. Pada Rabu kemarin, 17 Desember 2025, AHIBS menerima kunjungan tim akademik dari Bimbel Perisai IPB. Sebanyak empat orang hadir langsung ke lingkungan AHIBS untuk memberikan pencerahan dan penguatan strategi kepada santri kelas IX dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), sekaligus membuka ruang diskusi terkait potensi kerjasama pendampingan lanjutan di jenjang SMAIT Putra Al-Hanif, khususnya persiapan UTBK ke depan. Dalam sesi yang berlangsung interaktif dan membangun, para santri diajak memahami peta akademik yang akan mereka hadapi, seperti bagaimana membaca potensi diri, menyusun strategi belajar yang efektif, serta menyiapkan mental sebagai pembelajar yang tangguh. Tidak sekadar membahas soal dan materi, namun juga menanamkan mindset bahwa prestasi lahir dari proses yang konsisten dan terarah. Bagi AHIBS, kehadiran mitra akademik seperti Perisai IPB bukanlah langkah instan, melainkan bagian dari ikhtiar jangka panjang. Pesantren memandang bahwa pendampingan akademik harus sejalan dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman yang selama ini telah tumbuh kuat di lingkungan boarding. Diskusi yang juga melibatkan unsur perencanaan jenjang SMA ini menjadi sinyal penting bagi wali santri, bahwa proses pendidikan anak-anak tidak berhenti di kelas IX. AHIBS tengah menata kesinambungan pendidikan, agar santri yang melanjutkan ke SMAIT Putra Al-Hanif tetap berada dalam ekosistem yang memahami karakter mereka, ritme belajarnya, serta cita-cita akademiknya. Penutup Melalui ikhtiar ini, AHIBS berharap para wali santri kelas IX dapat merasa lebih tenang dan percaya bahwa anak-anak mereka berada dalam proses pendidikan yang terjaga, terarah, dan penuh perhatian. Dengan sinergi antara pesantren, mitra akademik, dan peran orang tua, semoga Allah ﷻ memudahkan langkah para santri, memberkahi usaha bersama ini, serta mengantarkan mereka menuju masa depan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. #AHIBS #IkhtiarPendidikan #PendidikanBerkelanjutan #SantriBerprestasi #SiapTKA #MasaDepanSantri

436 views Baca →
Berita Santri AHIBS Cilegon Belajar Mengamati Dunia Mikro dengan Mikroskop Berita

Santri AHIBS Cilegon Belajar Mengamati Dunia Mikro dengan Mikroskop

Kegiatan pendidikan di AHIBS (Al-Hanif Islamic Boarding School) Cilegon terus menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Salah satunya adalah kegiatan praktik pengamatan menggunakan mikroskop, di mana para santri diajak untuk melihat langsung detail-detail ciptaan Allah yang tidak tampak oleh mata biasa. Dalam sesi pembelajaran ini, para santri belajar mengenal bagian-bagian mikroskop, cara penggunaannya, serta objek-objek mikro yang diamati. Momen ini menjadi pengalaman menarik bagi mereka karena dapat menyaksikan betapa detail dan telitinya Allah menciptakan makhluk-Nya, sekaligus menambah rasa kagum dan syukur atas kebesaran-Nya. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa ingin tahu, kecermatan, dan kedisiplinan dalam melakukan observasi ilmiah. Di AHIBS Cilegon, pembelajaran sains tidak hanya berjalan secara teori, tetapi juga dikemas melalui praktik langsung agar santri lebih mudah memahami konsep dan melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dengan keimanan. Suasana kelas pun tampak hidup. Para santri bergantian menggunakan mikroskop, saling berdiskusi, bahkan sesekali terselip candaan yang membuat pembelajaran terasa hangat dan menyenangkan. Meskipun demikian, mereka tetap fokus ketika mengamati objek, bahkan ada yang sampai mengaktifkan “serious-mode” saat menatap lensa mikroskop. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari misi AHIBS Cilegon dalam menumbuhkan generasi berakhlak, berilmu, dan berwawasan luas. Dengan memadukan ilmu sains dan nilai-nilai keislaman, diharapkan para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu melihat dunia dengan pandangan ilmu sekaligus pandangan iman. AHIBS: Mendidik dengan hati, membimbing dengan ilmu.

244 views Baca →
Berita Santri AHIBS Menanam: Dari Tanah Tumbuh Berkah Berita

Santri AHIBS Menanam: Dari Tanah Tumbuh Berkah

Sabtu pagi yang cerah (8/11/2025), menyapa kawasan Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS) Cilegon. Dari kejauhan, tampak para santri berbaris rapi di area kebun sekolah. Beberapa membawa sekop kecil, sebagian menenteng ember air, sementara lainnya menggenggam bibit tanaman muda. Pagi itu, bukan hanya tanah yang disiram air—tetapi juga hati yang disiram makna. Kegiatan menanam dan merawat lahan menjadi salah satu rutinitas khas di AHIBS setiap Sabtu pagi. Bagi santri AHIBS, hari Sabtu bukan waktu untuk bersantai, melainkan saat terbaik untuk turun ke bumi, belajar langsung dari alam, dan menanam nilai-nilai kehidupan. Di bawah bimbingan guru dan pembina, mereka bergotong royong menyemai, menanam, menyiram, sekaligus merevitalisasi lahan tanam yang menjadi bagian dari area lingkungan sekolah. Di AHIBS, kegiatan semacam ini bukan sekadar aktivitas pelengkap. Ia adalah bagian dari pembentukan karakter santri agar memiliki kepedulian, kemandirian, dan tanggung jawab. “Santri AHIBS tidak hanya dituntut cerdas dalam berpikir, tapi juga tangguh dalam berbuat,” begitu sering diingatkan oleh para ustadz pembimbing. Karena di balik setiap butir tanah yang mereka sentuh, tersimpan pelajaran tentang kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur. Suasana Sabtu pagi di AHIBS selalu hidup. Tawa para santri bersahutan di sela bunyi air dan dentingan alat kebun. Ada yang menanam bibit cabai, ada yang menyiram sayuran, dan ada pula yang membersihkan lahan agar siap ditanami kembali. Semua dilakukan bersama, penuh semangat, dalam suasana persaudaraan yang hangat. Di saat seperti ini, nilai “bermasyarakat” yang menjadi bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terasa nyata: santri belajar saling menolong, bekerja sama, dan menghargai hasil kerja tangan sendiri. Program Green Action AHIBS seperti ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan santri. Dengan konsep learning by doing, AHIBS mengajak setiap santrinya memahami bahwa menjaga alam juga merupakan bentuk ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman, lalu ada burung, manusia, atau hewan yang memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Melalui kegiatan sederhana ini, AHIBS berusaha menanamkan nilai-nilai besar: tanggung jawab, kebermanfaatan, dan cinta lingkungan. Para santri belajar bahwa tangan yang kotor karena tanah bisa jadi lebih mulia di sisi Allah, karena darinya tumbuh kehidupan dan keberkahan. Bagi AHIBS, pendidikan bukan hanya soal teori dan hafalan, tetapi tentang pembiasaan dan keteladanan. Dari pagi yang penuh keringat ini, AHIBS menanamkan semangat hijau dalam diri santrinya: semangat yang membuat mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli, produktif, dan berakhlak. Dari tanah pesantren AHIBS, tumbuh harapan untuk Indonesia yang lebih hijau dan berkah 🌱 #SantriBerkarya #AhibsGreenAction #SabtuBermanfaat #BoardingLifeAhibs

282 views Baca →
Berita AHIBS Hadiri Pembukaan Multaqo PULDAPII ke-15 di Batam: Komitmen Sinergi Pendidikan Islam Menuju Indonesia Emas 2045 Berita

AHIBS Hadiri Pembukaan Multaqo PULDAPII ke-15 di Batam: Komitmen Sinergi Pendidikan Islam Menuju Indonesia Emas 2045

Di tengah semangat kolaborasi lembaga pendidikan Islam di seluruh nusantara, AHIBS kembali menunjukkan komitmennya untuk terus belajar, berjejaring, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Partisipasi dalam Multaqo PULDAPII ke-15 di Batam menjadi salah satu langkah nyata AHIBS dalam memperkuat sinergi menuju generasi Indonesia Emas 2045. Batam, 22 Oktober 2025 — Pimpinan Pesantren Al-Hanif Cilegon, yang lebih dikenal dengan AHIBS (Al-Hanif Islamic Boarding School), turut menghadiri pembukaan resmi Multaqo PULDAPII ke-15 di Hotel Harmoni One, Batam. Kegiatan berskala nasional ini mempertemukan para pimpinan lembaga pendidikan Islam dari seluruh Indonesia dalam semangat memperkuat sinergi dakwah dan pendidikan menuju terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045. Multaqo (pertemuan) PULDAPII merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) — wadah yang menaungi lebih dari 120 lembaga pendidikan dan dakwah Islam di berbagai daerah. Forum ini menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, sekaligus peningkatan kapasitas kelembagaan agar lembaga Islam semakin profesional dan berdaya saing di tengah tantangan global. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri PPIT Imam Syafi’i Batam, dilanjutkan dengan sari tilawah, lagu Indonesia Raya, serta pemutaran video profil PULDAPII dan Yayasan Islam Al-Kahfi Batam sebagai tuan rumah kegiatan. Sejumlah tokoh penting hadir dan menyampaikan sambutan bermakna, di antaranya Ust. Muhammad Rizal Cherry (Ketua Yayasan Islam Al-Kahfi Batam), Ust. Ahmad Zawawi bin Nawawi, Dipl.PG (sesepuh yayasan), Ust. Aslam Muhsin Abidin, Lc. (Ketua Umum PULDAPII), Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag. (Ketua Dewan Pembina), H. Drs. Edi Safrani (Kabiro Kesra Provinsi Kepri sekaligus Sekretaris Umum MUI Kepri), serta Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazimi (Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi). Seluruhnya menegaskan pentingnya ukhuwah, kolaborasi, dan profesionalitas dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Dalam kegiatan ini, AHIBS diwakili oleh Ust. Fityan Amali dan Ust. Fadhil Ziyanul Hubbi, yang aktif mengikuti seluruh rangkaian acara serta berdiskusi dengan para pimpinan lembaga anggota PULDAPII dari berbagai wilayah. Kehadiran AHIBS dalam forum ini menjadi bentuk nyata komitmen lembaga dalam membangun jejaring sinergis dan mengokohkan mutu pendidikan Islam menuju penerapan standar internasional ISO 21001:2018. Sejalan dengan semangat peningkatan mutu tersebut, AHIBS kini terus berkembang dan telah membuka jenjang pendidikan SMP dan SMA yang berlaku bagi umum. Penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran mendatang pun telah resmi dibuka, sebagai upaya meluaskan manfaat pendidikan berbasis tauhid, akhlak, dan keunggulan akademik bagi masyarakat luas. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalitas, partisipasi AHIBS dalam Multaqo PULDAPII ke-15 diharapkan menjadi langkah strategis menuju penguatan peran lembaga dalam membina generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. Semoga kegiatan ini membawa kemajuan dan keberkahan bagi AHIBS, serta menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berkelanjutan.

395 views Baca →
Berita Bayantara Nadief Raih Emas di Kejuaraan Panahan Tradisional FESPATI Nasional Berita

Bayantara Nadief Raih Emas di Kejuaraan Panahan Tradisional FESPATI Nasional

Harumkan Nama AHIBS dan Cilegon di Ajang Bergengsi Kemenpora Sentul, Bogor — Sabtu, 6 September 2025 menjadi hari bersejarah bagi Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS) Cilegon. Pada ajang Kejuaraan Panahan Tradisional FESPATI Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), salah satu utusan AHIBS, Bayantara Nadief (kelas 8), sukses meraih medali emas dan dinobatkan sebagai juara pertama. Ajang bergengsi ini digelar di Sentul City, Kabupaten Bogor, diikuti oleh 332 atlet dari 85 klub panahan tradisional se-Indonesia. Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) dan menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang adu keterampilan para pemanah terbaik tanah air. FESPATI (Federasi Panahan Tradisional Indonesia) adalah komunitas nasional yang mewadahi olahraga panahan tradisional, termasuk panahan berkuda (horseback archery), panahan instingtif, dan panahan tradisional nusantara. Selain menjadi sarana prestasi, ajang ini bertujuan melestarikan budaya memanah, menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ, dan menanamkan karakter tangguh bagi generasi muda. AHIBS Kirim 4 Utusan AHIBS mengirim empat santri terbaiknya sebagai duta sekolah: Salman Hakim Andebo (kelas 9), Abdullah Fadhlan (kelas 8), Bayantara Nadief (kelas 8), dan Muhammad Faiz Wiguno (kelas 8). Keikutsertaan mereka menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang pembelajaran karakter di lapangan. “Luar biasa! Rasanya bangga bisa membawa nama AHIBS dan bertanding dengan pemanah dari seluruh Indonesia,” ungkap salah satu peserta dengan wajah berbinar. Mudir AHIBS, Fityan Amali, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. “Alhamdulillah, capaian Nadief adalah bukti bahwa santri AHIBS bisa berprestasi, baik di akademik, diniyah, maupun olahraga. Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang, dan menunggang kuda’ (HR. Baihaqi). Semoga prestasi ini menginspirasi seluruh santri untuk terus mengasah keterampilan dan menjaga kesehatan jasmani.” Beliau menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi program ‘Tahun Penguatan Adab dan Pembentukan Keberanian’ di AHIBS. “Panahan melatih fokus, kesabaran, dan mental juara. Semua ini penting untuk membentuk pribadi muslim yang tangguh,” ujarnya. Manfaat bagi Santri Lain Kemenangan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri AHIBS. Para musyrif dan guru berencana mengadakan sesi berbagi pengalaman, agar Nadief dan tim dapat menceritakan perjuangannya kepada adik-adik kelas. Harapannya, lebih banyak santri yang termotivasi mengikuti jejak mereka, baik di bidang olahraga maupun kompetisi lainnya. #Kemenpora #BergerakBersatuBerprestasi #AHIBSBerprestasi #FESPATI2025 #PanahanTradisional #HariOlahragaNasional #SantriJuara #BanggaJadiSantri #TahunPenguatanAdab #MentalJuara #SunnahMemanah

351 views Baca →
Berita OSA AHIBS Gelar LDKS di Villa Ternak Cikerai Berita

OSA AHIBS Gelar LDKS di Villa Ternak Cikerai

Cilegon, 24 Agustus 2025 – Organisasi Santri AHIBS (OSA), yang setara dengan OSIS di sekolah umum, sukses menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) pada Jumat–Sabtu, 22–23 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di Villa Ternak Cikerai dan diikuti oleh sekitar 20 pengurus inti OSA yang baru dilantik. LDKS kali ini dikemas dengan agenda yang padat, serius, namun tetap menyenangkan. Para peserta berangkat dari pesantren pada Jumat (22/8) pukul 14.00 WIB dengan longmarch menuju lokasi. Sesampainya di villa, mereka menata perlengkapan di aula besar yang difungsikan sebagai tempat kegiatan sekaligus tempat istirahat. Sore hari, peserta mendapatkan pembekalan dari Ustadz Khairul Anwar (Wakasek Kesiswaan) tentang pentingnya amanah kepemimpinan, menjaga adab, dan konsistensi dalam ibadah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas luar ruangan yang menyegarkan. Malam harinya, giliran Ustadz Faiz (Wakasek Kurikulum) memberikan materi tentang peluang emas di usia muda yang harus dimanfaatkan untuk menuntut ilmu dan berbuat kebaikan. Keesokan paginya, Sabtu (23/8), peserta mendapat pembinaan khusus seputar kepemimpinan dan organisasi melalui metode 7 Habits bersama Bapak Arif Luthfi. Sesi ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, diselingi dengan ishoma. Siang harinya, materi dilanjutkan bersama Ustadz Alfiantoro, tenaga pendidik AHIBS sekaligus lulusan Universitas Islam Madinah. Beliau menekankan pentingnya keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab dalam berorganisasi, sembari berbagi pengalaman pribadinya ketika aktif berorganisasi di kampus. Menjelang penutupan, peserta diminta merapikan lokasi pelatihan sebelum menuju lapangan utama. Ustadz Fityan Amali, Kepala AHIBS, menutup acara dengan menegaskan bahwa para pengurus OSA adalah santri pilihan yang memiliki visi lebih tinggi. Beliau berpesan agar mereka selalu mengedepankan sikap sabar, kolaborasi, dan koordinasi dalam menjalankan program organisasi. Acara ini berjalan sukses berkat kerjasama tim yang solid. Apresiasi khusus disampaikan kepada Ustadz Anjas selaku penanggung jawab OSA, serta dukungan penuh dari jajaran ustadz lainnya: Ustadz Riki, Ustadz Ahmad, Ustadz Roja, Ustadz Hakim, Ustadz Yusya, dan Ustadz Luthfan. Tak lupa, ucapan terima kasih juga diberikan kepada Bapak Hari Bowo, Ketua Komite sekaligus pemilik Villa Ternak Cikerai, yang telah menyediakan tempat pelatihan. Jazaahullaah Khoiron wa Baarokallaah fii amwaalih... Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta’ala, kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi pengurus OSA AHIBS untuk menapaki kepemimpinan yang penuh amanah.

364 views Baca →
Berita Psikotest Calon Santri Angkatan Ketiga AHIBS Berlangsung Lancar dan Penuh Keberkahan Berita

Psikotest Calon Santri Angkatan Ketiga AHIBS Berlangsung Lancar dan Penuh Keberkahan

Cilegon, 4 Mei 2025 — Pesantren Al-Hanif Cilegon, atau yang dikenal dengan AHIBS (Al-Hanif Islamic Boarding School) kembali menggelar agenda penting dalam rangkaian penerimaan calon santri baru. Pada hari Ahad, 4 Mei 2025, telah berlangsung psikotest bagi calon santri angkatan ketiga yang akan menjadi bagian dari keluarga besar AHIBS di Tahun Pelajaran mendatang (2025-2026) Kegiatan psikotest dimulai pada pukul 08.00 WIB dan direncanakan selesai pukul 10.00 WIB. Namun, karena ada calon santri yang datang setelah berjalan beberapa menit, pelaksanaan psikotest mengalami sedikit perpanjangan waktu hingga mendekati pukul 11.00 WIB. Agenda ini menjadi tahap awal yang akan disusul dengan pengukuran seragam santri, sebagai persiapan resmi memasuki masa pembelajaran di pesantren. Pertemuan Bersama Orang Tua Calon Santri: Edukatif dan Menyejukkan Di waktu yang bersamaan, pertemuan orang tua calon santri dengan pihak pesantren digelar di Masjid Al-Hanif. Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Ustadz Fityan Amali, Kepala SMPIT Putra Boarding Al-Hanif. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putranya untuk belajar dan tinggal di AHIBS. Beliau juga menyampaikan empat keunggulan utama AHIBS, yaitu, pertama pembiasaan komunikasi dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, kedua penguatan tahsin dan tahfizh Al-Qur’an, ketiga program life skill yang mengembangkan kemandirian dan keterampilan praktis santri, dan keempat kepengasuhan berbasis karakter nabawiyah, yang menekankan kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan karakter tanpa kekerasan Tak lupa, Ustadz Fityan juga menjelaskan langkah-langkah strategis bagi alumni AHIBS yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah atau perguruan tinggi dalam negeri. Isu kekhawatiran umum orang tua terkait dunia pesantren, seperti bullying dan penyimpangan perilaku, turut disinggung dan dijawab dengan pendekatan sistem pengasuhan yang telah dirancang matang di AHIBS. Pencerahan dari Pakar Psikologi dan Pengasuhan Nabawiyah Sesi berikutnya diisi oleh Ustadz Khairul, yang membawakan materi mendalam seputar kepengasuhan berkarakter nabawiyah. Beliau menekankan pentingnya pendekatan berbasis fitrah anak, pembiasaan positif, tanpa hukuman fisik, dan pemenuhan tangki cinta (kasih sayang yang konkret) Pendekatan ini sejalan dengan misi AHIBS untuk mendidik santri bukan hanya secara akademik dan spiritual, tetapi juga secara emosional dan sosial. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Psikolog Bapak Rudi, yang juga menjadi penanggung jawab psikotest hari itu. Beliau menjelaskan secara gamblang manfaat psikotest bagi calon santri, antara lain untuk memahami potensi, gaya belajar, dan kondisi psikologis anak sebelum mereka mengikuti sistem pendidikan pesantren yang lebih intensif. Menurutnya, psikotest adalah langkah preventif dan evaluatif yang penting agar proses pembelajaran dan pengasuhan bisa lebih tepat sasaran. Manfaat Pertemuan Pertemuan ini memberikan manfaat besar bagi orang tua calon santri. Selain membuka ruang komunikasi antara pihak pesantren dan wali santri, kegiatan ini juga menguatkan rasa percaya diri orang tua dalam melepas anak-anak mereka ke lingkungan pendidikan berasrama. Suasana dialog yang terbuka serta penjelasan ilmiah dari para narasumber membuat banyak wali santri merasa lega dan tercerahkan. Salah satu wali santri, yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan kesannya, “Saya awalnya ragu memasukkan anak ke pesantren karena khawatir soal pergaulan dan tekanan mental. Tapi setelah mendengar penjelasan tentang sistem pengasuhan dan tes psikologi di AHIBS ini, saya merasa tenang. Justru saya jadi yakin, ini lingkungan yang pas untuk membentuk karakter anak saya,” ujarnya dengan wajah sumringah. Suasana Syahdu di Akhir Acara Sekitar pukul 11.40 WIB, acara ditutup dan para wali santri keluar dari masjid untuk menjemput anak-anak mereka yang baru selesai mengikuti psikotest dan pengukuran seragam. Dengan izin Allah, hujan deras turun seketika, menyelimuti suasana dengan kesejukan dan kesyahduan. Momen tersebut seakan menjadi penanda keberkahan dan ketulusan yang hadir dalam proses pendidikan generasi muslim di AHIBS. Pesantren Al-Hanif Cilegon terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada aspek akademik dan spiritual, tetapi juga pada penguatan karakter, kemandirian, dan ketahanan jiwa santri.

394 views Baca →

Menampilkan 1–12 dari 23 berita