PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir

Faba - Al-Hanif Islamic Boarding School

Foto PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir
PELITA 2.0 AHIBS. Menyalakan Literasi, Melahirkan Generasi Santri yang Berani Berkarya dan Cerdas Berpikir

Bukan sekadar ajang perlombaan. Pekan Edukasi dan Literasi AHIBS (PELITA) 2.0 menjadi panggung bagi santri untuk menunjukkan potensi, mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan nilai-nilai Islam.

Peradaban besar tidak lahir dari generasi yang berhenti belajar. Ia tumbuh dari generasi yang gemar membaca, berani berpikir, mampu berkarya, dan memiliki pijakan nilai yang kuat.
Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Pekan Edukasi dan Literasi AHIBS (PELITA) 2.0 di lingkungan Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS), Cilegon, Banten, pada 27–31 Oktober 2026.

Mengusung tema “Berani Berkarya, Cerdas Berpikir, Teguh Beragama”, PELITA 2.0 menjadi salah satu ikhtiar AHIBS dalam membangun budaya literasi sekaligus memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan potensi akademik, kreativitas, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis.


Dari Perintah Membaca Menuju Peradaban Berilmu

Dalam sambutannya pada momen puncak Pelita, Sabtu malam, 31 Oktober 2026, Mudir AHIBS, Ustadz Fityan Amali, M.Pd., mengingatkan bahwa kemajuan peradaban sangat erat kaitannya dengan budaya ilmu. Ia mengangkat wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ sebagai landasan pentingnya tradisi membaca dan belajar.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-'Alaq: 1)

Menurutnya, literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca buku atau mengenali tulisan. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat.


Lima Cabang Lomba, Banyak Potensi yang Dikembangkan

PELITA 2.0 menghadirkan lima cabang perlombaan, yaitu:
1. Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ), menguatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan menjaga hafalan.
2. Pidato, melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan penyampaian gagasan.
3. Adzan, mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap syiar Islam.
4. Puisi, mengasah kepekaan, imajinasi, dan kemampuan mengekspresikan gagasan.
5. Cipta Puisi, mendorong kreativitas dan keterampilan menuangkan pemikiran melalui karya tulis.

Selain perlombaan, PELITA 2.0 juga menghadirkan Pameran Literasi yang menampilkan karya santri berupa kaligrafi, poster, majalah dinding (mading), dan berbagai prakarya.

Dengan demikian, santri tidak hanya memperoleh pengalaman sebagai peserta kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan hasil kreativitas dan proses belajar mereka kepada lingkungan sekolah.


Di Balik PELITA 2.0, Ada Kolaborasi dan Tanggung Jawab Santri

Kesuksesan sebuah kegiatan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh proses perencanaan, kerja sama, dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.
PELITA 2.0 melibatkan santri dalam kepanitiaan dengan pembinaan para asatidzah. Susunan kepanitiaan adalah sebagai berikut:
Pembina:
• Ust. Faiz Abdulloh, M.Ag.
• Ust. Khairul Anwar, S.Pd.
• Ust. Anjas Bagas Sugiarto.

Panitia inti:
• Ketua Pelaksana: Ilham Maulana.
• Sekretaris: Muhammad Kayyis Affan.
• Bendahara: Abbiyu Eldzaky Dwantoro.

Bidang kepanitiaan:
• Konsumsi: Faiz Dafian Hayat dan Arkan Zufar Kamil.
• Perlengkapan: Maulana Ali Arsalam dan Muhammad Faiz Wiguno.
• Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi: Hilbram Muhammad Hanan dan Ahsan Fayyadh Pramudita.
• Sponsorship: Muhammad Barra Angkasa Fachrudin.

Penanggung jawab kegiatan dan perlombaan:
• Koordinator Umum Lomba: Dewa Arkananta Putra.
• Pameran Literasi: Muhammad Hasif Iyyad.
• MHQ: Nasih Amin Yana.
• Pidato: Rizki Ahnaf Thami.
• Puisi: Faza Hilmanik Alibasya.
• Adzan: Muhammad Aufaa Nizam Nabil.
• Cipta Puisi: Muhammad Ahsanu Syuhada.

Sementara itu, pelaksanaan penilaian perlombaan didukung oleh para juri dari kalangan asatidzah AHIBS sesuai bidang masing-masing.

Keterlibatan santri dalam kepanitiaan menjadi bagian dari pembelajaran nyata. Mereka belajar mengatur kegiatan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan tanggung jawab, dan menghargai kontribusi orang lain.


Lebih dari Sekadar Piala dan Penghargaan
PELITA 2.0 membawa pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka akademik atau banyaknya piala yang berhasil diraih. Keberanian seorang santri untuk tampil berbicara di depan orang banyak, ketekunan menjaga hafalan Al-Qur'an, kemampuan menyampaikan gagasan melalui puisi, hingga kesediaan bekerja sama dalam kepanitiaan merupakan capaian pendidikan yang sama pentingnya.

Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas lembaga pendidikan adalah menyediakan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh, terarah, dan memberikan manfaat.

Melalui kegiatan ini, AHIBS terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong santri menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam adab, kuat dalam karakter, serta teguh dalam menjalankan nilai-nilai agama.


Menyalakan Pelita, Menerangi Masa Depan

Nama PELITA mengandung harapan besar. Sebagaimana pelita yang menerangi kegelapan, ilmu pengetahuan diharapkan menjadi cahaya yang membimbing kehidupan manusia. Karena itu, PELITA 2.0 bukan sekadar agenda tahunan atau rangkaian perlombaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar AHIBS dalam menumbuhkan budaya membaca, belajar, berpikir, dan berkarya di lingkungan pesantren.

Keluarga besar Al-Hanif Islamic Boarding School menyampaikan apresiasi kepada seluruh asatidzah, panitia, peserta, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.
Semoga pengalaman yang diperoleh para santri menjadi bekal untuk terus berkembang, berani mengambil peran, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat.

Sebab masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang pandai menjawab soal, tetapi juga generasi yang mampu membaca persoalan, berpikir dengan bijak, menghasilkan karya, dan tetap teguh dalam agamanya.

PELITA 2.0 — Berani Berkarya, Cerdas Berpikir, Teguh Beragama.
Al-Hanif Islamic Boarding School (AHIBS), Cilegon, Banten.

Diterbitkan pada 02 November 2026